Thursday, May 28, 2009

getting lost in nowhere. ..
nggak bisa nemuin tempat berpijak yang nyaman, ataukah justru merasa terlalu nyaman sampai nggak lagi merasakan apapun ya??

Wednesday, May 27, 2009

things to do when i missing u

1. maksain diri ke perpus dan berusaha mengerjakan sesuatu
2. mengisi playlist mp3 ku dengan peterpan dan mengingat betapa dirimu sangat suka menggangguku dengan lagu lagu itu
3. berkali kali ngeliat lcd hp dan berharap ada namamu disitu
4. pakai outfit item2, katamu nggak terlalu suka aku pakai warna hitam
5. pake polo classic yang katamu baunya kayak mas mas.. dan selalu melarangku memakainya.
6. dan bahkan nggak marah saat ada orang mengepulkan asap rokok di sekitarku

merindukan segala kata katamu, kesinisanmu, kemarahan kecilmu saat aku sedikit ngeyel, wajah jahilmu, bau asap rokokmu..
and most of all
merindumu...
sangat..

Monday, May 25, 2009

satu rencana lagi dibuat. semoga kali ini tidak meleset.
libur dua bulan ke depan ngapain ya?

Tuesday, April 14, 2009

takkan selamanya tanganku mendekapmu
takkan selamanya raga ini menjagamu.....

Sunday, April 12, 2009

Berkutat di ruangan besar penuh dengan rak buku dan jajaran computer . yap..ini jadi bagian rutin kegiatan ulin sekarang. Main keperpus. Tenang tenang saudara saudara, ulin mah gak mungkin belajar di sini. Kalau bertaun taun lalu okelah, tempatku berkeliaran Cuma ruangan ini. Tapi sekarang ini Cuma sebagian dari bulu kelinci yang nyaman. Hehehe
Dari sepagian tadi Cuma duduk di pojokan, ngerjain verbatim sambil berusaha download jurnal sebanyak2nya. Mau gimana lagi, I’m living with that. Berhubung kalo beli masih belum rela, jadinya penawaran jurnal gratis tuh bak oase di gurun pasir.. tsahhh….
Padahal ya, kasian juga nasib jurnal yang udah di download, Cuma jadi sebagian penenang untuk hatiku ajah. Hehehe… cuman dibaca abstraknya ajah.

Monday, March 16, 2009

Lama sekali tidak pulang ke rumah ini

Friday, March 14, 2008

you're only the best i ever had....................

Friday, January 18, 2008

sunyi sekali disini....

Wednesday, January 16, 2008

saya mulai lelah menjadi 'bukan ulin'
tapi saya juga semakin melupakan caranya kembali menjadi ulin.
atau saya sudah bener2 tidak ingin?!
saya benar2 tidak tahu

Saturday, December 08, 2007

It was destiny's game
when love finally came on
I rushed in line only to find
That you were gone.

Whenever you are, I fear that I might
Have lost you forever like a song in the night


(beautiful girl-jose mari chan)

Thursday, November 29, 2007

satu mata rantai lagi terputus
satu mimpi lagi terpaksa harus dilupakan sementara

Friday, November 23, 2007

sekali lagi berada di titik yang membuatku tidak bisa melangkah kemanapun...

Thursday, November 22, 2007

sayangku...
bilah rel tidak akan pernah punya arti
jika sendirian
dia hanya akan menjadi besi tak berguna

sayangku...
bilah rel kereta akan tetap bersisian
meski tidak jua akan bersatu...

sayangku...
setidaknya kita menuju titik yang sama
hingga akhir nanti

Sunday, November 18, 2007

Mengapa aku bertahan pada ilusi yang hanya mirip guratan nama di daun kaktus?
Atau pada poci keramik yang kelak retak

Thursday, November 15, 2007

bingung......

Wednesday, October 24, 2007

saya lelah..
saya cuma ingin berhenti sebentar
sebentar saja...
boleh kan....?

Sunday, October 07, 2007

"kalo nggak pengen ditiru, sekali2 hargai orang2 yang mau pedulikan dirimu"


temanku sayang
buatmu....ya kamu...
terima kasih ya,
tamparan kali ini benar2 keras
setidaknya kamu berhasil mengembalikanku ke bumi
meskipun hanya sejenak
kamu tambah gendut ya?

hmm...selama ini pertanyaan seperti itu nggak pernah mengganggu ulin. yah, ulin memang bukan tipe perempuan yang akan panik kalau dibilang gendut. tapi hari ini kalimat ini begitu mengganggu. yap, dalam sehari ini ulin udah mendengar kalimat itu lebih dari 10 kali dan diucapkan oleh orang yang berbeda beda. dengan improvisasi kalimat tambahan yang bener2 bikin speechless.

mulai dari kalimat sapaan yang normal kayak :
"gendutan.... pasti makannya makin banyak ya?
""kok gemukan? kebanyakan tidur ya?"
"ih.. makin bulet tuh, pasti stress ya?"
"gemukan lin, hidupmu makin teratur ya?"
" wah pasti lagi bahagia nih, jadi makin ndut..."

sampe kalimat yang bikin ulin bingung mesti ngerespon dengan apa:
" gendutan.. lagi isi ya?"
" wah... bulet banget... kliatannya digelindingin lucu dah"

aaargh... baru sekali ini, baru hari ini ulin bener2 ngerasa nggak aman dibilang gendut
ugh... ulin bingung... bdanku akhir2 ini semakin memberontak. setelah beberapa waktu bisa kukalahkan, ni badan mulai menuntut hak nya lagi.
hhh.. kemaren pulang liputan jogja, tiba2 aja muncul beberapa memar di badanku. sakit? pastinya... namanya juga memar. sebenernya usah nyadar pas memar itu pertama kali muncul di punggung tangan kanan. kupikir ngak terlalu terlihat. lagian kan skin tone ku bener2 gelap. hehehe...okay.. saya sadar diri kok. :)

nah, pas balik ke kantor tiba2 ada yang komentar, "eh,lin tanganmu kenapa dibelang2in gitu sih?"
barulah aku sadar kalo memarnya bener2 terlihat.

gara2 si memar ini kemaren ulin harus pasrah dimarahin beberapa "teman" . intinya sih sama, "teman" tersebut nuduh ulin nggak jaga badan, nggak sayang badan , dan sok kuat. dan ulin bener2 nggak suka kalau ada yang berusaha mengatur cara kerja ku, kapan ulin istirahat, kapan ulin ke kantor, kapan ulin harus makan. sialnya "sang teman" ini selalu tau kondisi terakhir kesehatanku.

okay... ada yang bilang alasan "dia dan dia yang satunya" berbuat itu karena perhatian terhadap teman. ulin bisa paham itu. tapi tetep aja ulin, si anak kecil bandel ini akan tetap bandel dan merasa sangat terganggu kalo hidupnya diatur. bayangin aja, masak lebih dari satu jam dituturin soal gimana jaga badan. habis itu dilarang ke kantor pula. aargh...

ulin emang sadar, akhir2 ini semakin tidak adail sama badan ulin sendiri. pikiranku bener2 nggak mau dikalahin. hasilnya, seperti waktu yang sudah2, deretan penyakit kambuhan ku muncul lagi. mulai dari maag, migren sampe insomnia. yang terakhir ini makin parah, sehari paling cuma bisa tidur dua atau tiga jam. begitu ketahuan sama "sang teman" tadi.. mulai lagi lah deretan kata2nya meluncur lagi...


untuk teman yang sangat baik dimana pun kau saat ini. terima kasih untuk segala usahamu menyadarkanku
tapi maaf kali ini anak kecil ini masih belum ingin menyerah
tolong jangan membuat langkahku menjadi berat
aku tau apa yang aku inginkan dan apa yang aku lakukan
termasuks egala resiko yang akan kuterima
terima kasih...
kamu begitu baik